Perubahan Manajemen Keuangan Keluarga di Era Digital dengan Pemanfaatan E-commerce untuk Peningkatan Pendapatan Keluarga

Perubahan Manajemen Keuangan Keluarga di Era Digital dengan Pemanfaatan E-commerce untuk Peningkatan Pendapatan Keluarga

Seiring perkembangan zaman, teknologi digital pun terus bertransformasi menjadi semakin canggih. Salah satu produknya adalah e-commerce. Pada tahun 2021, perkembangan e-commerce di Indonesia terjadi sangat pesat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya persentase bisnis e-commerce, penggunaan uang elektronik, dan durasi orang mengakses platform e-commerce.

Kemunculan e-commerce ini turut mempengaruhi pola konsumsi, intensitas belanja, serta pemanfaatan usaha dalam keluarga. Oleh karena itu, disusunnya tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan, peran, siklus hidup, dan manajemen keuangan keluarga dalam menghadapi transformasi digital di bidang e-commerce.

Era digital merupakan keadaan yang ditandai dengan adanya peningkatan teknologi yang sangat pesat dan arus pergantian pengetahuan dalam ekonomi dan kehidupan masyarakat. Pada masa ini banyak perubahan yang terjadi pada masyarakat baik itu dari hal yang positif maupun negatif. Jika penggunaan teknologi dilakukan dengan tepat akan sangat berguna bagi penggunanya, contohnya mudah mendapatkan informasi, mempermudah komunikasi, menstimulasi kreativitas, memudahkan proses belajar, membuka bisnis online, dan masih banyak lagi.

Perubahan-perubahan yang ada tersebut tentunya dapat dihadapi salah satunya dengan manajemen sumber daya keluarga. Manajemen sumber daya keluarga merupakan suatu hal yang sangat penting mengenai kesanggupan suatu keluarga dalam rangka mendapatkan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya yang akan dilakukan oleh suami, istri, anak-anak, dan anggota lainnya.

Negara Indonesia sedang mengalami dinamika dan perkembangan globalisasi yang sangat signifikan. Kondisi tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seorang anak dan merupakan salah satu tugas keluarga untuk memberikan pendidikan yang tepat sesuai dengan zamannya kepada anak.

Orang tua dituntut untuk selalu melakukan pembaruan terhadap pengetahuannya mengenai teknologi baru supaya dapat memberikan arahan kepada anaknya dengan cara yang bijak. Sebagai orang tua yang baik maka perlu melakukan pendampingan dengan cara menambah pengetahuan bisa dilakukan dengan cara memahami apa itu internet dan jaringan media sosial (Facebook, YouTube, Instagram, TikTok, dan lainnya), cara penggunaannya, atau setidaknya mengetahui cara untuk memproteksi situs web dan media sosial.

Dinamika persaingan bisnis dalam perkembangan dunia teknologi informasi yang semakin maju dan pesat dari waktu ke waktu sudah terasa dampaknya oleh sebagian besar masyarakat. Penggunaan internet untuk aktivitas transaksi bisnis dikenal dengan istilah Electronic Commerce (E-Commerce). Penggunaan e-commerce telah mengalami peningkatan di Indonesia (DailySocial dan Veritrans, 2012). Berinteraksi melalui e-commerce memiliki keunggulan diantaranya, harga yang bersaing, layanan pembelian yang cepat dan responsif, informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas, memudahkan kegiatan perdagangan.

Peran keluarga dalam menghadapi dampak positif dari e-commerce bisa dibilang sudah cukup baik, bisa dilihat dari pengoptimalisasian perempuan dalam mendominasi sebagian besar pelaku usaha yang aktif di UMKM. Usaha yang dilakukan secara optimal oleh suatu keluarga tentunya akan sangat berkaitan dengan ekonomi keluarga. Dalam melakukan optimalisasi, maka keluarga harus melakukan penentuan tujuan. Pengoptimalisasian diperlukan keluarga dalam berbagai aktivitas, terlebih lagi dalam proses jual beli. Identifikasi elemen optimalisasi diperlukan untuk dapat mencapai target yang diharapkan dengan menggunakan alternatif pemilihan yang tepat.

Keterkaitan cara penggunaan e-commerce dengan siklus hidup keluarga memiliki hubungan yang berbeda mulai dari tahap satu yakni keluarga baru hingga tahap delapan yakni keluarga lanjut karena setiap tahap memiliki kebutuhan yang berbeda. Pada tahap satu, e-commerce digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga awal pernikahan. Tahap dua, e-commerce dipergunakan dalam memenuhi kebutuhan anak pra-sekolah. Tahap tiga, keluarga menggunakan e-commerce  untuk kebutuhan perkembangan anak.

Kemudian tahap empat, e-commerce membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Tahap lima, kehadiran sang anak yang sudah remaja akan membantu orang tua yang sudah berumur dalam memenuhi kebutuhan keluarga menggunakan e-commerce. Tahap enam, Kehadiran e-commerce berperan untuk memudahkan dalam pemenuhan kebutuhan pada persiapan tersebut yang akan diputuskan secara bersama oleh orang tua dan sang anak. Tahap tujuh, Bagi orang tua yang sudah memahami e-commerce akan menggunakan manfaat e-commerce sesekali namun akan lebih sering dengan cara tradisional. Terakhir pada tahap delapan, Pemenuhan kebutuhan akan melibatkan pihak ketiga untuk dapat membantu mereka. Peran e-commerce bergantung kepada pihak ketiga akan digunakan atau tidak.

Kasus yang diambil pada bahasan ini adalah terkait perubahan atau transformasi digital yang sudah berdampingan dengan lingkungan masyarakat terutama pada lingkungan keluarga. Pengaruh dari transformasi digital dengan konteks pemanfaatan e-commerce tersebut akan dikaitkan dengan manajemen keuangan keluarga. Kedua variabel akan dianalisis secara pustaka maupun mewawancarai narasumber secara langsung. Pada tahapan pengumpulan data dari narasumber kami telah menentukan narasumber yakni seorang mahasiswa yang telah memiliki usaha di bidang e-commerce dan bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan keluarga khususnya pada manajemen keuangan keluarga.

Berdasarkan hasil wawancara terhadap narasumber yang merupakan mahasiswa pemilik bisnis online shop terdapat perubahan manajemen keuangan keluarga saat terjadi transformasi digital yakni penggunaan e-commerce. Manajemen keuangan pada sebelumnya dapat dikatakan masih minim pelaksanaan strategi dan dilakukan secara manual. Namun dengan adanya e-commerce, penerapan strategi manajemen keuangan keluarga lebih diterapkan seperti membuat rencana pilihan kebutuhan, perbandingan harga untuk mendapatkan harga yang diinginkan, dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga atau mengurangi beban keluarga dengan menjalankan usaha pada teknologi tersebut.

Hal ini mengindikasikan bahwa kehadiran e-commerce tidak melulu berdampak tidak baik contohnya sikap konsumtif melainkan juga dapat memberikan manfaat bagi pelaku dan keluarga seperti peningkatan pendapatan keluarga. Penerapan sikap entrepreneurship dengan pemanfaatan e-commerce dalam menghadapi transformasi digital terbukti memiliki dampak yang positif.

Kemajuan teknologi pada era digital ini telah memberikan banyak peluang baru bagi setiap keluarga dalam hal bisnis, salah satunya pada bidang e-commerce. Penggunaan e-commerce sendiri sangat mudah dan tentunya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Namun, perlu kita sadari bahwa dalam menciptakan pemanfaatan e-commerce yang sukses maka setiap pengguna e-commerce harus memiliki strategi.

Hal ini perlu ditekankan mengingat persaingan dalam dunia bisnis semakin kompetitif sehingga pengguna e-commerce harus menemukan keunggulan agar dapat bersaing. Oleh karena itu, setiap masyarakat harus memiliki kesadaran dan kemauan untuk belajar terhadap perkembangan digital. Namun, peran serta pemerintah dalam hal ini juga diperlukan untuk mendukung berjalannya praktik ekonomi digital ini. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas, dan pemberian fasilitas kepada pelaku usaha pada setiap platform e-commerce.