Investasi Jangka Panjang – Pengertian, Jenis dan Risiko Investasinya

Investasi Jangka Panjang – Pengertian, Jenis dan Risiko Investasinya

Menabung dengan gaya? Investasi jawabannya. Tapi, berinvestasi itu tidak boleh asal dan sembarangan loh. Karena salah berinvestasi cuman hanya memberikan kamu kerugian tanpa akhir. Untuk itu belajar strategi investasi sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi apapun.

Salah satu bagian penting dari menyusun strategi investasi adalah dengan mengetahui dan memahami dengan jenis investasi yang akan dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan. Salah satunya adalah dengan memilih jenis investasi berdasarkan jangka waktunya.

Investasi berdasarkan jangka waktu dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

  • Investasi jangka pendek
  • Investasi jangka menengah dan,
  • Investasi jangka panjang

Nah dari ketiga jenis investasi tersebut, investasi jangka panjang bisa dikatakan merupakan pilihan yang cukup popular. Baik itu sebagai tabungan untuk pernikahan, travelling atau modal usaha saat sudah memasuki masa pensiun. Jadi, apa itu investasi jangka panjang?

Pengertian Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan investasi dimana daya yang digunakan akan dijalankan terus menerus dan baru bisa dicairkan apabila jangka waktu tersebut telah jatuh tempo (minimal satu tahun). Investasi jangka panjang bisa dikatakan sama seperti menanam kekayaan atau modal dari seseorang atau sebuah perusahaan guna mendapatkan penghasilan tetap.

Adapun beberapa tujuan investasi jangka panjang yaitu diantaranya:

  • Memperoleh pendapatan tetap dalam setiap periode tertentu. Pendapatan tetap dari memiliki investasi jangka panjang bisa dalam bentuk:
      • bunga,
      • royalti,
      • deviden,
      • uang sewa,
      • dan bentuk lain dari keuntungan kepemilikan saham (misalnya).
  • Membentuk dana tujuan khusus, misalnya untuk kepentingan ekspansi, perluasan produk dll.
  • Mewujudkan tujuan keuangan pribadi/ keluarga yang butuh biaya sangat besar seperti:
      • dana pendidikan,
      • biaya ibadah umrah/haji,
      • biaya pernikahan,
      • biaya beli rumah,
      • biaya pensiun, dan lain sebagainya.
  • Sebagai pengendali sebuah perusahaan atau orang tertentu dengan kepemilikan modal.
  • Menjamin ketersediaan bahan baku produksi di pasar untuk produk yang akan dihasilkan.
  • Mengarahkan dana perusahaan secara khusus. Misalnya untuk kepentingan sosial atau untuk kepentingan ekspansi sebuah perusahaan.
  • Mengurangi persaingan diantara perusahaan sejenis.

Contoh Investasi Jangka Panjang

Setelah mengetahui tujuan dari kepemilikan investasi jangka panjang, kamu juga perlu mengetahui macam-macam investasi jangka panjang yang populer dimiliki di Indonesia. Contoh investasi jangka panjang antara lain:

1. Saham

Saham adalah jenis investasi jangka panjang yang cukup popular baik untuk investasi jangka panjang ataupun pendek, tergantung dari kebutuhan. Saham adalah bukti penyertaan atau kepemilikan seseorang di dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Jika kamu memiliki saham, maka sudah bisa disebut sebagai owner atau pemilik perusahaan, tergantung seberapa besar porsi kepemilikannya. Saham dibagi menjadi 2 jenis, yaitu saham biasa dan saham preferen. Saham biasa merupakan keterangan kepemilikan sesungguhnya dari sebuah perusahaan.

2. Emas

Sebagai salah satu logam mulia yang indah dan digemari banyak orang, emas menjadi jenis investasi jangka panjang yang cukup menguntungkan. Emas mempunyai nilai atau harga yang selalu naik setiap tahun. Selain memiliki nilai jual yang tinggi, emas juga sangat aman dalam berbagai keadaan serta stabil dan anti inflasi.

Karena nilai emas yang lebih sering naik daripada menurun, maka jika berinvestasi emas selama 5 tahun, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang berkali lipat

3. Obligasi

Obligasi merupakan surat bukti memberikan pinjaman kepada pihak penerbit surat berharga obligasi yang harus dilunasi ketika tanggal jatuh tempo. Salah satu jenis obligasi yang cukup popular dan imbah hasil yang lumayan tinggi adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia).

Akses ORI juga kini telah semakin mudah, sebab beberapa bank milik pemerintah dan bank swasta ikut serta memasarkannya. Kamu bisa memulai investasi ini dari nilai yang cukup ringan, yakni mulai dari Rp 1 juta saja. Untuk masa jatuh temponya, ORI bisa dicairkan setelah 2 atau 3 tahun, tergantung perjanjian awal ketika membelinya. Selain itu, ORI juga dijamin oleh negara, sehingga investor tidak perlu khawatir akan sejumlah dana yang disetorkan.

4. Reksadana

Reksa dana dikenal sebagai alternatif investasi bagi masyarakat yang memiliki kelebihan dana yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian dalam menghitung resiko investasi mereka dan cocok menjadi salah satu contoh investasi jangka panjang untuk investor pemula.

Reksadana bisa menjadi investasi yang menguntungkan karena memiliki keunggulan. Keunggulan reksadana sendiri ada pada banyaknya pilihan yang dapat diambil investor untuk menanamkan uangnya, yaitu saham, obligasi, atau pasar uang. Kamu sebagai investor tinggal memilih instrumen investasi yang paling cocok dengan resiko yang sanggup ditanggung.

5. Asuransi Unit Link

Asuransi unit link adalah jenis asuransi yang sering kali dijadikan investasi jangka panjang yang menguntungkan oleh banyak orang. Unit Link merupakan asuransi yang tergolong jenis asuransi nontradisional. Pengertian dari unit link adalah jenis asuransi yang mengombinasikan dua produk keuangan, yakni asuransi dan produk investasi.

Di dalam asuransi unit link, dana nasabah ibaratnya dipecah dan dimasukkan ke dalam dua keranjang, sebagian masuk keranjang premi asuransi untuk keperluan proteksi atau perlindungan dan sebagian lagi disetorkan oleh perusahaan asuransi ke manajer investasi agar dikelola sebagai investasi, biasanya di reksadana.

6. Tanah dan Bangunan

Tanah dan bangunan sudah lama dikenal sebagai barang atau produk yang memiliki nilai investasi yang tinggi dan menguntungkan. Tanah dan bangunan adalah jenis investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan dengan tingkat risiko yang rendah, karena tanah dan bangunan adalah jenis properti yang memiliki nilai aset yang semakin tinggi disetiap tahunnya.

Namun, investasi ini membutuhkan dana yang besar, mengingat harga sebuah rumah sekarang sudah menginjak harga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Meskipun begitu, cobalah manfaatkan produk kredit pembelian properti seperti KPR (kredit perumahan rakyat) yang bisa membantu Anda dalam memiliki properti yang diinginkan.

Risiko Investasi Jangka Panjang

Sama seperti jenis investasi lainnya, investasi jangka panjang juga tetap memiliki risiko. Jika kamu tertarik berinvestasi dengan jenis investasi jangka panjang, berikut beberapa risiko investasinya yang harus diketahui:

Jenis Risiko Keterangan
Risiko Pasar Risiko pasar terjadi karena adanya sentimen keuangan yang sering disebut dengan risiko sistematis. Risiko pasar akan selalu dialami oleh investor dan tidak dapat dihindari.

Hal-hal yang mempengaruhi risiko pasar diantaranya isu-isu politik, perubahan iklim politik, kerusuhan dan resesi ekonomi yang sangat mempengaruhi pasar.

Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga pada investasi jangka panjang adalah risiko yang muncul akibat nilai relatif aktiva berbunga seperti pinjaman dan obligasi yang memburuk akibat naiknya tingkat suku bunga.

Pada umumnya jika terjadi kenaikan suku bunga maka berbanding terbalik dengan harga obligasi yang akan menurun. Risiko suku bunga pada investasi jangka panjang umumnya bisa diukur berdasarkan jangka waktu obligasi.

Risiko Inflasi Risiko Inflasi sering juga disebut dengan risiko daya beli. Hal ini terkait dengan naiknya harga konsumsi yang menimbulkan daya beli turun dari masyarakat. Penyebab utamanya adalah uang yang beredar terlalu banyak. Dengan adanya inflasi, nilai uang akan berkurang.
Risiko Likuiditas Risiko Likuiditas bisa diartikan sebagai risiko yang diakibatkan oleh kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.

Contoh: ada pihak yang tidak sanggup membayar kewajiban pada tanggal jatuh tempo secara tunai.

Padahal pihak tersebut mempunyai aset yang nilainya cukup untuk melunasi kewajiban. Namun, aset tersebut sulit dikonversikan menjadi uang tunai atau aset tersebut dapat dikelompokan tidak likuid.

Risiko Valas Pada investasi jangka panjang risiko valuta asing merupakan risiko yang disebabkan oleh dinamika perubahan kurs di pasaran.

Contoh: investor menanamkan investasi yang mengharuskan mereka menggunakan mata uang Dollar Amerika.

Pada saat yang bersamaan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika mengalami penurunan sehingga investor harus mengeluarkan Rupiah dalam jumlah yang lebih besar dibanding saat Rupiah menguat

Risiko Negara Dalam investasi jangka panjang risiko negara disebut dengan risiko politik. Artinya investasi bisa saja gagal jika negara dalam keadaan genting dan sedang terjadi kerusuhan.

Yang lebih serius adalah terjadinya kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Hal-hal terkait politik harus dibaca sebagai risiko investasi jangka panjang yang serius.

Pilih yang Aman, Sesuai Kebutuhan dan Cocok dengan Kondisi Keuangan mu

Jika kamu memliki kocek yang lumayan bisa mencoba jenis investasi yang modalnya dimulai dari jutaan rupiah sekaligus seperti saham, membeli emas atau properti. Tapi jika modal investasi masih terbatas bisa pilik reksadana atau menabung emas. Intinya investasi apa saja bisa menguntungkan asalkan tepat dan sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan.